<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Jelajah Budaya Ndalem Pugeran Yogyakarta HPI Jogja

Foto bersama peserta jelajah budaya DPC HPI Kota Yogyakarta dengan pemilik Ndalem Pugeran di Kampung wisata Dewo Bronto Kota Yogyakarta.

6 Feb 2020,

Awal tahun DPC HPI Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan di kampung wisata Dewa Bronto di Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pengelola kampung wisata Dewa Bronto yang dikordinir oleh Bapak Kelik selaku ketua Pokdarwis.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan, mempromosikan dan meningkatkan pengetahuan budaya dan kampung wisata Dewa Bronto di Kota Yogyakarta kali ini diberi tema Jelajah Budaya Ndalem Pugeran. Acara diawali dengan kunjungan ke Museum Perjuangan dimana para Pramuwisata HPI belajar kembali mengenang kisah perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan. Banyak benda-benda bersejarah dan replika serta relief-relief sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Kunjungan kedua adalah ke dalam rumah yang disebut Ndalem Pugeran yang merupakan cagar budaya diatas tanah Kasultanan Yogyakarta. Peserta Jelajah Budaya disambut dan diterima oleh pemilik rumah yaitu Ibu Bendara Raden Ayu Puger. Beliau menceritakan banyak sejarah tentang Kasultanan dan Silsilah keluarga.

Kunjungan ketiga adalah ke rumah ketua rukun warga (RW) di dalam kampung yang ber-arsitektur Jawa untuk istirahat sambil mendengarkan paparan dari para tamu undangan  dan menikmati hidangan makanan kecil ( coffee break ) dan minuman tradisional.

Kunjungan keempat adalah ke tempat pertemuan kampung di sisi kalicode untuk mendapatkan pemaparan dan presentasi tentang kampung wisata diselingi sesi tanya jawab antara pengelola Kampung wisata dengan peserta. Di dalam sesi keempat ini ada juga sambutan dari Ibu Camat Mergangsan dan Bapak Lurah Brontokusuman.

 

Materi dan Sejarah singkat nDalem Pugeran

Tempat tinggal Pangeran atau bangsawan sering disebut dengan nama nDalem. Keberadaannya mengacu pada Kraton sebagai pusat orientasinya. Oleh karena itu tata letak Ndalem disebut ada yang berada di cepuri kraton maupun disekeliling benteng Baluwarti.

Struktur tata ruangnya secara lengkap terdiri dari Gledegan ( akses pintu masuk menuju nDalem), Regol, Pendopo, Pringgitan, nDalem ageng yang dilengkapi dengan gandhok kiwa dan tengen, seketheng, gadri, dan pawon. Dengan kata lain bentuk bangunan dan atributnya selalu mengacu pada bangunan-bangunan inti kraton.

Kompleks nDalem biasanya dikelilingi oleh tembok atau benteng tinggi yang dilengkapi dengan gapura. Bagi masyarakat lingkungannya, nDalem merupakan pusat orientasi sehingga dilingkungan tersebut banyak dihuni atau ditumpangi oleh warga masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki tempat tinggal yang disebut dengan istilah ngindung atau magersari.sehingga diwilayah ndalem bangsawan tersebut tumbuh menjadi suatu perkampungan yang namanya mengikuti nama pemilik yang menduduki tempat tersebut. Perlu juga diketahui bahwa arah hadap nDalem biasanya menggunakan orientasi utara dan selatan. Selain itu tanaman yang khas di halaman ndalem adalah biasanya tanaman yang mempunyai nilai simbolis seperti sawo kecik. nDalem Brontokusuman dahulu merupakan tempat tinggal seorang bangsawan kraton Yogyakarta yaitu Gusti Bendoro Raden Ayu Brontokusumo. Beliau adalah putri kedelapan Sultan HB VII dari permaisuri GKR Kencono yang kemudian berganti nama menjadi GKR Wandhan.

GBRay Brontokusumo semula bernama GKR Condrokirono I. Oleh karena beliau diterimakan (dinikahkan) kepada KRT Brontokusumo maka kemudian berganti nama menjadi GBRay Brontokusumo. KRT Brontokusumo semula adalah wedana magang abdi dalem kraton yang merangkap parentah punokawan kraton. Setelah ayahnya yang bernama KRT Joyodipuro wafat, beliau menggantikan kedudukan ayahnya menjadi Bupati Nayaka Keparak Tengen.

Sebagai seorang putri Sultan maka GBRay Brontokusumo berhak menempati nDalem tersebut yang kemudian disebut sebagai nDalem Brontokusumo. Hal ini disebabkan karena yang menempati bernama Brontokusumo. Sehingga setelah beliau meninggal, nDalem tersebut kemudian dikembalikan oleh keluarga kepada pihak kraton. Kemudian oleh pihak kraton nDalem tersebut dipinjamkan kepada Angkatan Darat sebagai Museum Angkatan Darat dan tempat tinggal beberapa prajurit angkatan darat. Museum menempati bangunan utama nDalem yaitu Pendapa, Pringgitan, dan Gadri. Sedangkan sebagai tempat tinggal prajurit menempati bagian gandok timur dan selatan. Halaman depan Gledegan dari nDalem Brontokusuman kemudian dipinjam Bung Karno untuk mendirikan Museum Perjuangan.

Pada pertengahan tahun 1960 an Museum Angkatan Darat dipindah ke rumah Panglima Jendarl Sudirman di jalan Bintaran Wetan, sehingga bagian utama nDalem Brontokusuman kosong, sehingga oleh Sri Sultan HB IX pada saat itu memerintahkan agar BPH Poeger (Drs. KGPH. Poeger) menempati bekas nDalem Brontokusuman sebagai tempat tinggal.

Tetapi saat itu bangunan gandok timur dan selatan masih digunakan sebagai tempat tinggal para prajurit Angkatan Darat. Para prajurit dan keluarganya tersebut baru pada sekitar akhir tahun 1960 an meninggalkan nDalem Brontokusuman. Sampai saat ini ditempati oleh keluarga Drs. KGPH Poeger, yaitu putra bungsu (ke-41) Sultan HB VIII dari garwa Ray Retnopuspito. Oleh karena itu nDalem Brontokusuman ada pula yang menyebut dengan nama nDalem Pugeran saat ini. Namun untuk nama kampungnya secara umum dikenal bernama Kampung Brontokusuman. Secara administratif Kampung Brontokusuman berada di wilayah Kelurahan Brontokusuman, Kec. Mergangsan.

Foto-foto kegiatan 1

Foto-foto kegiatan 2

 

laporan oleh

HUMAS DPC HPI Kota Yogyakarta

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved