<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



 FGD DSRA Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja kota Yogyakarta

Para Narasumber, Peserta bersama Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Bapak Drs.Maryustion Tonang,MM dan Ibu Yetty Martanti,S.Sos,MM dalam FGD Desain Strategi dan Rencana Aksi Pengembangan Wisata Kuliner di Kota Yogyakarta.

FGD Baseline Desain Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) Pengembangan Wisata Kuliner & Belanja kota Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Kementrian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang mengundang dan dihadiri oleh DPC HPI Kota Yogyakarta dan Stake Holder Pariwisata lainnya pada,
Hari, Tgl : Kamis, 9 Mei 2019
Waktu     : 09.00 -17.30 wib 
Tempat   : Malioboro meeting room, Hotel 101 Yogyakarta.
Narasumber:

  1. Ibu Virginia Kadarsan : tim percepatan & pengembangan wiskulja Kemenpar (Gastronomi)
  2. Ibu Dr.Amelda Pramezwary : Ketua Jurusan Perhotelan di Universitas Pelita   Harapan : Tim penyusun DSRA
  3. Ibu Dr.Ani Wijayanti,MM.,M.Mpar.,CHE : Dekan FEB Universitas Bina Sarana Informatika : Tim penyusun DSRA 

Acara dibuka oleh KADISPAR  kota Yogyakarta Bapak Drs.Maryustion Tonang,MM.

Dalam FGD ini, Ibu Widayanti selaku tim DSRA, kepala sektor III dari Kementerian Pariwisata dalam sambutannya menyampaikan bahwa Yogyakarta merupakan bagian dari program WISKULJA (wisata kuliner dan belanja) area JOGLOSEMAR. Solo sudah dilakukan DSRA sebelumnya dan giliran Yogyakarta yang merupakan daerah pariwisata berbasis budaya dan selanjutnya akan dilaksanakan di Semarang.

Narasumber ibu Virginia Kadarsan :
Indonesia sudah bergabung dlm event internasional UNWTO :

  • Gastronomy network forum 2016 
  • Shopping network forum 2017

Deklarasi Kementerian Pariwisata ASEAN dalam ASEAN Gastronomy Network 25 January 2018.
Istilah Kuliner diganti dengan Gastronomi karena lebih luas artinya.
Wisata Gastronomi:

  • Makanan sebagai gaya hidup
  • Produk lokal
  • Budaya dan Sejarah
  • Cerita dibalik makanan
  • Nutrisi dan Kesehatan

Gastronomi merupakan rangkaian proses dari hulu ke hilir, contoh di Yogyakarta ada Institut Bumi Langit yg juga mempunyai Restaurant dengan nama Bumi Langit.

Trend dalam wisata Gastronomi dunia:

  • Street food dan food market
  • Home cooking dan meal sharing
  • Cooking lesson with local
  • Gastro tour with local

Dari pembahasan bersama pihak dinas terkait yg diundang disampaikan bahwa di Yogyakarta mempunyai pasar sebagai bagian perekonomian dan destinasi pariwisata contohnya pasar Beringharjo yg sekarang bukanya sampai dengan jam 21.00 wib.
Pasar Pasty per Juli 2019 akan buka sampai malam dan akan dibuka untuk kawasan kuliner.
DSRA bisa menjadi acuan untuk membuat regulasi untuk Gastronomi.

Ibu Amelda dan ibu Ani selaku tim penyusun DSRA utk program percepatan peningkatan wisata memberikan tugas kelompok untuk pembahasan :

  1. Pilar Destinasi : kelompok terdiri dari Dispar, Disperindag, Dinas Pertanian, Dinkes, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Asephi (asosiasi pengusaha exportir dan produsen kerajinan Indonesia) dengan Jurubicara Bapak Dwinanto.
  2. Pilar Industri : Dispar, Pokdarwis, Asosiasi Kuliner, Dinas koperasi UKM dengan Jurubicara bapak Minta Harsana.MSc dari Pakar Kuliner Akademisi Univ Negeri Yogyakarta dan Komunitas Kandang Kebo.
  3. Pilar Kelembagaan : Bappeda, Dishub, Dinas PU, BRI (KUR Pariwisata) dengan Jurubicara .Bapak Itmal Fadlan dari Bappeda Kota Yogyakarta.
  4. Pilar Pemasaran : Dispar, Kominfo, media, Asita, komunitas Genpi dengan Jurubicara Ibu Yetty Martanti.

Dalam diskusi DSRA disampaikan apa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan oleh pihak dinas terkait untuk meningkatkan pariwisata di kota Yogyakarta.
Dari kelompok diskusi pilar Destinasi menyampaikan tentang wisata kuliner dan belanja : gudeg,bakpia di kampung Pathok dan perak Kotagede.
Kelompok pilar Industri menyampaikan Gastronomi Jogja serta sektor industri terkait dengan home industry juga produk unggulan dari beberapa kampung wisata di kota Yogyakarta.
Kelompok diskusi pilar Kelembagaan menyampaikan hal tentang pembinaan,penataan tata ruang kota dan peningkatan SDM serta kerjasama dgn pihak terkait untuk wisata kuliner dan belanja. Sebagai salah satu contoh setiap rapat Pemkot biasanya menggunakan aplikasi "nglarisi" utk pemesanan snack dan lunch box atau sejenisnya.
Kelompok Pemasaran menyampaikan tentang kawasan cagar budaya di Yogyakarta banyak terdapat di area kota seperti kawasan Malioboro, nol km, Kotabaru juga Sudirman sudah dilakukan penataan dan promosinya.Termasuk juga fasilitas jogjabike yang  saat ini ada 2.000 sepeda yang disediakan di area Kotabaru dan sepanjang kawasan Malioboro.Pemasaran pariwisata kota Yogyakarta juga dilakukan dengan cara travel mart, festival-festival,media sosial,wisata digital.

DSRA dalam jangka waktu pendek (5 tahun ke depan):
Destinasi wisata pasar : revitalisasi pasar Prawirotaman yang akan dibangun 4 lantai (rooftop-nya untuk walking space), kawasan kuliner yang akan dibangun di Pasty.
Kawasan Malioboro dengan transportasi bebas polusi,yakni hanya dengan andong dan becak, trans Jogja sebagai transportasi publik.

Reporter: Dwi Surahmi

Delegasi DPC HPI Kota Yogyakarta - Sekretaris II

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved