<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Pelatihan Upskilling  oleh  Kemenparekraf bagi Pemandu Wisata di D.I Yogyakarta

Pembukaan kegiatan upgrading skill bagi Pemandu Wisata di D.I Yogyakarta dibuka oleh Dr.Wisnu Bawa Tarunajaya.MM. Beliau adalah Direktur Pengembangan Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan.

Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata KEMENPAREKRAF 2020

Berita HPI Jogja - Tidak ada yang menyangka bahwa ekonomi dunia global diporak-porandakan oleh pandemi virus corona. Salah satu bidang yang paling parah yang terkena hantaman oleh virus ini ialah pariwisata. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), pariwisata dunia global mengalami kerugian yang amat besar. Pandemi ini telah melumpuhkan perjalanan wisata global dan efeknya sangat buruk sekali karena banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Pandemi virus corona ini juga membuat industri pariwisata Indonesia jatuh luluh lantak dan krisis yang amat parah. Akibatnya, sektor pariwisata yang digadang-gadang sebagai penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia tidak bisa berkutik lagi dan harus jatuh terpuruk.

Menurut data Badan Pusat Statisik, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Indonesia telah rugi telak dan kehilangan potensi devisa sebanyak 44 milliar US Dollar, kehilangan potensi pendapatan hotel sebanyak 30 triliun rupiah, kerugian restoran sebanyak 40 triliun, kerugian maskapai penerbangan sebanyak 812 juta US Dollar dan kerugian agen wisata sebanyak 4 triliun. Melihat kenyataan terpuruk ini, tentunya pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KEMENPAREKRAF) pun telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung pemulihan industri pariwisata di Indonesia. Dukungan ini lewat kerja sama dengan lintas kementerian serta lembaga lain. Menurut keterangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio pada Konferensi Pers di Istana Kepresidenan Jakarta,pada tanggal 21 Oktober 2020, KEMENPAREKRAF tak tanggung-tanggung mengeluarkan Dana Hibah Pariwisata sebesar Rp3,3 triliun untuk menjaga keberlangsungan ekonomi khususnya pada sektor pariwisata. Hibah yang akan disalurkan ke 101 daerah kabupaten dan kota ini akan dilaksanakan hingga Desember 2020.

Salah satu dukungan pemulihan pariwasata Indonesia adalah melalui pelatihan kepada pelaku pariwisata. Sebelumnya, bentuk pelatihan ini berbentuk kelas online seperti kelas zoom dan virtual tour namun kali ini KEMENPAREKRAF berani membuka pelatihan offline atau tatap muka. Yogyakarta terpilih menjadi salah satu tempat pelatihan offline tersebut. KEMENPAREKRAF telah menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kapasitas kompetensi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menghadapi persaingan di tingkat ASEAN hingga global di tengah pandemi COVID-19. Hal ini juga menjadi salah satu wujud dukungan pemulihan pariwisata Yogyakarta adalah melalui pelatihan kepada pelaku pariwisata

Pelatihan tersebut yaitu Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata yang diadakan di Yogyakarta pada 20-23 November 2020. Acara pelatihan ini diadakan oleh Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari HPI DIY, 20 orang peserta dari pemandu wisata Candi Prambanan dan 20 orang peserta dari guide Candi Borobudur. Syarat penting yang harus ditempuh oleh para peserta pelatihan ini wajib terbebas dari virus corona dengan cara menunjukkan surat bebas covid-19 dan selama pelaksanaan pelatihan peserta wajib menerapkan protokol kesehatan. Seperti pemeriksaan suhu badan, selalu memakai masker, jaga jarak, selalu mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata dibuka pada hari Jum'at, 20 November 2020 pukul 08:30 WIB oleh Deputi Pengembangan SDM dan Kelembagaan KEMENPAREKRAF, DR. Wisnu Bawa Tarujaya, SE. MM di Meeting Room Grand Keisha Hotel. Acara pembukaan ini pun juga dihadiri oleh Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sangtu Subaya, SH. MH dan 6 orang perwakilan dari DPD HPI DIY. Sedangkan pembukaan Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata yang kedua dibuka di hari yang sama pada jam 13.30 WIB oleh perwakilan Deputi Pengembangan SDM dan Kelembagaan KEMENPAREKRAF, Arius SM Hutahaean, M.H dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Yogyakarta, Ir. Singgih Raharjo, SH. M. Ed, Ketua DPD HPI DIY Imam Widodo serta seluruh peserta pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata.

Setelah acara pembukaan selesai, pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata dilanjutkan dengan coffee break.  Akhirnya tiba saatnya kelas favorit yaitu kelas Pelestarian Budaya DIY yang dibawakan oleh Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M.  Beliau dikenal sebagai sosok budayawan senior yang paham betul tentang sejarah Yogyakarta. Bahkan dalam membawakan materi di kelas Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata, beliau tampak mempesona karena sukses membuat kelas menjadi hangat dan disukai para peserta. Banyak tawa dan canda selama kelas berlangsung dan waktu seperti berjalan sangat singkat sekali.

Setelah kelas Pelestarian Budaya DIY yang dibawakan oleh Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M, para peserta makan malam bersama di Sri Manganti Restaurant Grand Keisha Hotel. Setelah acara makan malam selesai, para peserta pelatihan pergi ke Sahid Jaya Hotel & Convention Yogyakarta untuk beristirahat dan menginap di sana. Acara pelatihan Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata pun juga dilanjutkan di sana keesokan harinya.

Ada hal yang berbeda di hari kedua pelatihan yaitu para peserta dibagi dalam kelas yaitu kelas A, B, C, dan D. Jadi setiap kelas hanya berisi 20 orang peserta saja. Hal ini dilakukan untuk menjalankan protokol kesehatan selama pandemi corona. Kebetulan penulis berada di kelas A dan hari kedua di kelas A di buka dengan kelas Pengantar Pemandu Wisata Budaya oleh Sangtu Subaya, SH. MH. Kelas Pengantar Pemandu Wisata Budaya ini lebih banyak menceritakan tentang pengalaman beliau di bidang pariwisata. Siapa sangka, pria kelahiran Bangli ini mahir 4 bahasa asing yaitu Inggris, Perancis, Spanyol dan Itali. Bapak Sangtu Subaya juga memberikan tips untuk bagaimana menambah skill sebagai pemandu wisata dan selalu mengingatkan kepada peserta untuk selalu belajar hal baru seperti belajar bahasa asing baru, sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan lainnya. Setelah kelas Pengantar Pemandu Wisata Budaya selesai, kelas A pun rehat kembali dengan coffee break.

Tak lama kemudian, kelas A melanjutkan kelas lagi yaitu kelas Implementasi CHSE yang dibawakan oleh Ronal Andriyanto. Kelas Implementasi CHSE ini pada intinya mengenalkan penerapan protokol kesehatan dan hal ini berperan penting atau menjadi kunci membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia yang terdampak Covid-19. Untuk mewujudkan upaya adaptasi kebiasaan baru yang sehat, aman, dan produktif bagi para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” maka para pelaku parisiwata, pengusaha hotel dan restoran wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Cleanlines, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

Selain pengenalan dan pemahaman materi CHSE, peserta yang berada di kelas A pun juga di suruh membuat kelompok dan setiap kelompok berisi 5 orang. Kami dituntut belajar menjalankan praktek CHSE dengan baik dan tepat. Kelas berlanjut dengan cara diskusi tentang CHSE dan Bapak Ronal Andriyanto berpesan jika simulasi implementasi CHSE ini dipraktekan baik-baik di kelas esok harinya. Kelas CHSE ini juga sanagt bermanfaat karena peserta jadi lebih tahu dan paham tentang standar CHSE di hotel, restoran dan tempat wisata. Bapak Ronal Andriyanto pun dalam membawakan materi juga mudah dipahami dan jelas jadi peserta juga mudah memahami isi materi kelas. Setelah kelas CHSE selesai, pelatihan dilanjutkan dengan kelas Arkeologi Budaya oleh Drs. Sugeng Riyanto, M.Hum selaku Kepala Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.

Kelas Arkeologi Budaya ini lebih membahas tentang Kebudayaan dan Peradaban Jawa Kuno dari sejak Mataram Kuno hingga akhir era Kerajaan Majapahit. Salah satu bahsan yang lumayan detail yaitu tentang Situs Liyangan. Beliau menjelaskan dari awal penemuan, proses ekskavasi dan keberlanjutan pemeliharan situs Liyangan. Selain situs Liyangan, Bapak  Sugeng Riyanto juga menjelaskan tentang candi – candi lainnya. Tak hanya pemahaman seajrah dan budaya, beliau juga memberikan hadiah kepada para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh beliau. Hadiah tersebut berupa buku dan komik. Beliau juga berpesan untuk selalu merawat cagar budaya, mengupdate informasi tentang informasi Balai Arkeologi Yogyakarta. Salah satunya yaitu mengikuti di akun Instagram dan kanal Youtube Balai Arkeologi Yogyakarta. Kelas Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata hari kedua pun telah selesai dan para peserta kembali beristirahat dan makan malam bersama di Sahid Jaya Hotel & Convention Yogyakarta.

Hari ketiga Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata di kelas A dibuka dengan kelas SOP Kepemanduan oleh Ketua DPD HPI DIY Imam Widodo. Kelas yang dibawakan oleh beliau lebih membahas tentang bagaimana pemandu menyikapi menyikapi tentang kepemanduan new normal di dunia pariwisata dan sharing bersama tentang pariwisata DIY. Bapak Imam Widodo juga mengatakan bahwa sebagai pemandu wisata harus memberi contoh yang baik bagi para pelancong wisata seperti selalu memakai masker, selalu mengingatkan untuk mencuci tangan yang benar dan mekai hand sanitizer. Kemudian selalu mengingatkan untuk jaga jarak jika sedang bekerja di lapangan dan harus bisa memandu grup dengan baik dan nyaman. Setelah kelas SOP Kepemanduan selesai, kelas dilanjutkan dengan kelas Simulasi Implementasi CHSE yang dibawakan oleh Ibu Endah Trihayuningtyas.

Pada saat kelas Simulasi Implementasi CHSE berlangsung, semua peserta tampak santai dan ceria. Tidak ada rasa kantuk sama sekali dan kelas ini juga salah satu yang disukai para peserta karena kami disuruh mempraktekan dan improvisasi diri dalam penerapan Simulasi Implementasi CHSE. Bahkan Ibu Endah Trihayuningtyas tertawa melihat tingkah para peserta karena lucu sekali seperti sedang melihat adegan Srimulat. Akhirnya kelas Simulasi Implementasi CHSE selesai dan kami pun rehat kembali. Kemudian kami mendengar jika acara penutupan Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata dilaksanakan pada hari Minggu 23 Novmeber 2020 sat itu juga. Oleh karena itu kami disuruh berkumpul di lobi hotel sebagian di restoran untuk menunggu semua peserta kumpul bersama. Pukul 3 sore kami berangkat bersama ke Grand Keisha Hotel denagn dua bus besar yang sudah disediakan oleh panitia pelatihan.

Sebelum acara penutupan berlangusng, masih kelas pelatihan yaitu kelasnya Bapak Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M. semangat kami memerah lagi karena kelasnya Bapak Ir. Yuwono Sri Suwito, M.M ini tidak pernah membosankan dan keren sekali dalam penyampaian materi. Kami pun terhibur lawakan beliau tentang lika – liku perjalanan dalam merawat bangunan heritage di Yogyakarta. Kelas berakhir dengan tepuk applause yang kencang dari peserta.

Kemudian acara yang dinanti pun telah tiba yaitu acara penutupan Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata. Acara penutupan pelatihan ini ditutup oleh Arius SM Hutahaean, M.H selaku perwakilan dari perwakilan Deputi Pengembangan SDM dan Kelembagaan KEMENPAREKRAF. Dalam penutupan tersebut, beliau berpesan untuk selalu semangat dan selalu menjaga kesehatan serta menguatkan satu sama lain, dengan harapan agar pandemi ini segera berlalu dan kita semua dapat segera berkarya dan berkreasi lagi di lapangan. Dengan ketukan 3 kali di microphone, Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata resmi ditutup. Tepuk tangan meriah dari para peserta pun juga menyemarakkan penutupan pelatihan tersebut. Pelatihan Upgrading/Upskilling Bagi Pemandu Wisata ini sungguh sangat bermanfaat dan para peserta juga mendapat sertifikat. Semoga badai pandemi corona ini cepat berlalu. Salam Rahayu.

Reportase

Yulia Sujarwo - Anggota DPC HPI Jogja

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved