<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Materi Sewandanan Fieldtrip ke candi Losari - Gunung Wukir - Ngawen

Peserta Sewandanan Fieldtrip berfoto bersama di candi Ngawen.

18 Feb 2020,

 

Materi Sewandanan fieldrip

Candi Losari - Candi Gunung Wukir -  Candi Ngawen

       Komunitas Sewandanan mengadakan fieldtrip lagi mengunjungi tiga candi di kawasan Muntilan, Jawa Tengah. Sewandanan adalah nama tempat di depan Pura Pakualaman dimana komunitas ini  berkembang bersama mengundang anggota HPI lainnya serta Pemandu lokal di Kota Yogyakarta. Komunitas yang di kordinir oleh Bapak Ridwan Antariksa bersama Mas Ismunandar, Danar Krisetiyanto dan Penasehat Bapak Didi Widiatmoko yang keempatnya adalah anggota DPC HPI Kota Yogyakarta.

Candi pertama yang dikunjungi yaitu Candi Losari. Candi Losari terletak di desa Losari, Candi ini ditemukan pada tahun 2004 yang awalnya merupakan area kebun salak milik warga. Candi ini terletak dibawah seperti Candi Sambisari yang ada di Kalasan Yogyakarta. Diketahui bahwa candi ini dibangun pada abad ke VII . Berdasarkan ciri-ciri dan karakter candi, Candi Losari adalah candi Hindu. Candi losari dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukan adanya simbol lingga dan Yoni, serta di area Candi Losari terdapat tiga candi perwara dan satu utama. Menurut bapak Surahman sebagai Juru Pelihara candi), candi ini tertimbun erupsi merapi pada saat tahun 1006 berdasarkan beberapa sumber yang ada. Kemudian candi ini mulai di restorasi pada tahun 2014.

Selanjutnya menuju ke Candi Gunung Wukir. Candi ini terletak di bukit wukir atau disebut Gunung Wukir oleh warga setempat. Candi ini terletak di lereng barat gunung Merapi, yang berada di timur laut Kecamatan Muntilan. Diperkirakan candi ini merupakan candi tertua yang tertuang berdasar prasasti canggal yang ditemukan dalam reruntuhan candi pada tahun 1879. Berdasarkan prasasti tersebut, candi ini dibangun pada masa Raja Sanjaya pada tahun 732 M, dan banyak berkisah tentang masa Mataram kuno yaitu kerajaan medang. Di dalam kompleks candi ini juga ditemukan ciri-ciri candi Hindu, dengan adanya simbol-simbol lingga dan Yoni. Meskipun beberapa arca yang ditemukan telah disimpan di museum Candi Prambanan. Dari prasasti ini juga dapat diketahui bahwa candi ini merupakan candi Hindu Shiwa dan candi ini mungkin bernama asli Shiwalingga atau Kunjarakunja. Candi Wukir ini juga mempunyai Juru Pelihara Candi yaitu Bapak Fadli.

Setelah mengunjungi Candi Gunung Wukir, sebelum menuju ke Candi Ngawen kami melewati situs Mantingan di dusun Mantingan yang berada di antara tambak warga setempat dan tampak tidak terawat. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Candi Ngawen. Berdasarkan prasasti Karang Tengah yang ditemukan, candi ini merupakan candi Budha yang dibangun pada masa Wangsa Syailendra pada tahun 824 M masa Mataram Kuno. Kompleks candi terdiri dari 5 bangunan candi kecil, dua diantaranya memiliki arca singa jantan. Di sana juga terdapat arca Budha dalam posisi duduk Ratnasambhawa, beberapa relief cukup jelas yaitu Kinara kinari, dan Kala makara.

Perjalanan ditutup dengan makan siang bersama di sebuah rumah makan tradisional yang menyajikan hidangan iwak kali yaitu rumah makan Iwak Kali Idaman.

 

Laporan dan Tulisan oleh

Anisa Stefegi Jienri (Ica )

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved