<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Sebuah Perjalanan Sewandanan's Field Trip

Peserta berfoto bersama di candi Gunung Wukir

SEWANDANAN's FIELD TRIP
sebuah pengalaman


Satu gagasan yang harus terealisir, ini password untuk menjadi maju dan berpengetahuan. Pada hakekatnya Komunitas Sewandanan bermaksud mengadakan sebuah perjalanan yang berbasis pada bidang pembelajaran yang senantiasa bisa mendukung profesi dan tugas-tugas kepemanduan, sekaligus menjalin dan mengangkat nilai silaturahmi antar anggota dalam ranah kebersamaan.
Adapun acara yang dimaksud adalah sebuah jelajah candi-candi kecil di seputaran Muntilan, Jawa Tengah, yang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para peserta, karena acara diselenggarakan dengan balutan acara bersepeda motor semi touring. Jelajah candi terfokus pada 3 buah candi: candi Losari, candi Gunung Wukir dan candi Ngawen.
Adapun secara historis dan latar belakang sejarah, yang berbingkai kerajaan-kerajaan kuno di Jawa Tengah telah disinggung oleh penulis lain i.e. Ica Stefegi, yang notabene juga salah satu peserta acara, di dalam tulisan lain. Penulis disini akan mencoba menemukan sebuah perspektif lain yang senantiasa menjadi jiwa kebersamaan para peserta tersebut, dalam konteks tidak akan menyinggung mengenai eksistensi candi dimaksud. Terutama ingin memberikan sebuah gelaran visi dan misi pariwisata, bidang yang digeluti oleh para peserta.
Kami berlima puluh berangkat dari titik kumpul di salah satu sudut kota Yogyakarta, menuju ke candi-candi dimaksud sesuai dengan rundown yang telah disepakati, bersepeda motor, sebagian mengendarai sepeda motor sendiri, sebagian lagi berboncengan dengan peserta lain. Sebuah keakraban terbangun dari menit pertama kami berkumpul, dengan canda dan nilai silaturahmi yang kami hadirkan, sangat terasa sebuah kerinduan untuk bertemu, berkumpul dan berbicara dalam bingkai kebersamaan.
Tibalah pada stasi pertama, dimana kami saksikan sebuah keberadaan candi yang telah tertimbun aliran lahar dingin gunung Merapi bertahun silam. Candi Losari menjadi saksi kedahsyatan letusan gunung Merapi pada saat itu. Kami belajar disini mengenai proses penemuan, ekskavasi sampai pemeliharaan yang di lakukan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan keterangan-keterangan ini diperoleh melalui petugas yang bertugas saat itu. Antusiasme untuk belajar sangat tinggi dari kami peserta Field Trip ini. Selesai dengan candi Losari, kami beranjak ke candi Gunung Wukir.
Perjalanan ke candi Gunung Wukir kami berkendara motor melalui desa-desa dan kampung. Sesampai di base camp kami memarkir sepeda motor di base camp yang notabene adalah rumah salah satu juri pelihara candi. Kami lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beriringan dengan suasana santai menuju ke bukit Gunung Wukir dengan sedikit tracking dengan tantangan jalan setapak sangat licin dan berlumut. Kegembiraan terpancar dari para peserta, dan dengan penuh semangat juang menuju ke candi tersebut. Setiba di candi dimaksud kami belajar lagi mengenai sejarah candi Gunung Wukir yang menyimpan banyak basis sejarah kerajaan kuno di Jawa Tengah dengan prasasti Canggal yang sangat fenomenal dari aspek sejarah. Belajar dan mengenal candi tersebut selesai dalam waktu satu jam, dilanjutkan kembali menuruni bukit menuju ke base camp untuk segera melepas lelah kami dengan menyantap gorengan, arem-arem dan meneguk kopi serta teh panas yang disediakan oleh keluarga salah satu juru pelihara candi. Coffee break ini berlangsung dengan menyenangkan dan suasana yang sangat cair.
Hari semakin siang, peserta Field Trip pun bergegas menuju ke candi Ngawen dalam rentang waktu setengah jam kemudian. Candi Ngawen dihadapan kami untuk segera di jabarkan sejarahnya oleh juru pelihara candi tersebut. Sesi foto bersama tidak pernah kami lupakan, di setiap destinasipun kami selalu berpose a la model untuk berfoto bersama. Usai candi Ngawen, kami bergegas menuju rumah makan yang telah diatur oleh team sebagai tempat persinggahan terakhir sebelum acara Field Trip ditutup.

Makan siang bersama dengan menu iwak kali, menjadi pilihan peserta dalam suasana desa yang sangat mendukung. Kami santap makanan dengan lahap dan penuh syukur karena acara Field Trip berjalan dengan baik dan lancar. Cuacapun sangat mendukung. Kembul bujana, makan bersama siang itu selesai dan acara dilanjutkan dengan ramah tamah.
Ramah tamah inilah yang menjadi esensi kebersamaan kami hari itu, tanpa melupakan tujuan awal kami untuk belajar mengenal budaya dan sejarah. Ramah tamah diisi dengan pengenalan masing-masing peserta yang sebagian memang belum saling mengenal, karena banyak wajah-wajah baru hasil dari pelatihan-pelatihan beberapa tahun terakhir. Titik ini yang kami maksud dengan membangun sebuah kebersamaan, dalam konteks kebersamaan profesi, kebersamaan pengalaman, kebersamaan misi dan visi dalam dunia kepemanduan secara khusus, dan pariwisata secara umum atau dalam pengertian yang lebih luas.

Para pembaca budiman, sebuah pengalaman batin terbentuk dalam acara Field Trip kali ini. Kamipun bertekad menjalin silaturahmi ini dengan baik, kebersamaan ini dibangun berdasarkan pada visi dan misi yang sama, yaitu menimba pengetahuan, memperluas cakrawala wawasan, dan memajukan pariwisata Indonesia pada konteks yang paling luas.
Besar harapan para peserta Sewandanan's Field Trip ini untuk diadakan kembali event atau program yang senada di masa mendatang.
 

Penulis

Ridwan Antariksa

Anggota HPI Yogyakarta / Kordinator Komunitas Sewandanan

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved