<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Cerita Aning Tentang Kuliner Roti Kembang Waru

Roti kembang waru khas kuliner di Kota Gede Yogyakarta

22 Feb 2020,

EMPUK, LEGIT ROTI KEMBANG WARU, KOTAGEDE
 
NEWS HPI JOGJA - Wisata di Kota Pusaka Kotagede, Yogjakarta  akan lebih mengesankan jika mengunjungi juga rumah produksi roti legendaris tempo dulu yang masih bertahan sampai sekarang. Beruntung saya tinggal di kota yang eksotik ini, bagaimana tidak saya katakan seperti itu, sebagai kota wisata berbasis budaya, tentunya ada banyak hal yang bisa saya ceritakan di sini. Saya katakan Kotagede juga merupakan  Kota pusaka karena kita tahu bahwa cikal bakal berdirinya kerajaan Mataram Islam sekitar abad  ke-15  adalah di Kota ini. Namun bukan cerita sejarah yang akan saya tuliskan di sini. Saya tertarik mengulas salah satu kuliner khas dari Kotagede yaitu roti Kembang Waru.
Roti yang konon katanya  proses pembuatan dan rasanya mirip  dengan roti Medelaine, roti tradisional di Perancis ini banyak dicari. Bahkan tidak sedikit wisatawan manca negara yang tertarik datang melihat dan mencicipi roti yang legit ini. Proses pembuatan roti kembang waru masih mempertahankan cara tradisional sampai saat sekarang. Meskipun jaman sudah modern dan ada oven listrik  maupun gas,  namun tetap menggunakan arang kayu untuk pengolahannya. Oven yang digunakan juga hasil karya dari pembuat roti ini, itu juga menjadi sesuatu yang unik otentik  dari wisata kuliner lainnya.
Penamaan roti kembang  waru tidak ada sumber literatur yang bisa kita baca namun hanya sebatas cerita dari salah satu pembuat roti ini yang masih bertahan karena sudah tidak banyak yang mau membuatnya. Salah satunya adalah Bapak Basiran Basis Hargito yang tinggal di Kampung Bumen sekitar 500 meter timur  pasar  Kotagede yang mengawali usaha produksi tahun 1983 sampai sekarang.
Banyaknya pohon Waru (Hibiscus Tiliaceus)  yang ditanam dipinggir jalan di Kotagede sebagai peneduh, bunganya menjadi ispirasi untuk dijadikan bentuk roti yang berkelopak delapan. Pohon waru tidak berbuah hanya berbunga saja. Bentuk bunganya mudah ditiru dan dibuatlah cetakan aluminiumnya.
 Saran saja jika ingin ke rumah Bapak Basiran lebih baik naik sepeda, sepeda motor atau jalan kaki saja. Perkampungan di Kotagede memiliki lorong sempit dan berbelok- belok. Berjalan kaki menuju rumah produksi roti kembang waru sambil wisata jelajah jalan kaki (walking tour) kampung Bumen yang masih banyak bangunan tradisional  seperti Joglo dan Limasan juga akan memanjakan mata kita dengan keindahan arsitektur bangunan yang masih asli.
Menurut Bapak Basiran biasa kami memanggilnya, roti ini dulu sering disuguhkan jika ada hajatan seperti pernikahan, arisan, dan acara-acara lainnya. Bahan untuk membuat roti  sangat sederhana terdiri dari  telur, tepung terigu, gula, vanili, susu dan mentega. Cara membuatnya dengan mencampur semua bahan dengan mixer kemudian menuang adonan tadi ke dalam cetakan aluminium berbentuk bunga waru yang sudah di oles mentega. Langkah selanjutnya mengoven cetakan berisi adonan tadi hingga berubah warna kuning kecoklat- coklatan yang menandakan roti sudah matang rata. Selama roti dipanggang , perutku tidak bisa diajak kompromi, ada bunyi kruek-kruek karena tidak tahan bau wangi gurih roti yang sangat menggugah selera. Trik agar roti tidak hancur saat diambil dari cetakannya adalah menunggu beberapa saat setelah keluar dari oven. 
Hanya dengan harga 2000 rupiah saja untuk menikmati  satu buah roti Kembang Waru sudah bisa meredakan rasa penasaran akan legitnya roti tempo dulu yang masih eksis sampai saat ini.  Bapak Basiran biasa memproduksi 400 – 500 roti setiap hari, tentunya tergantung permintaan konsumen juga. Bapak Basiran tidak repot memasarkan sendiri rotinya karena setiap hari banyak konsumen yang datang ke rumahnya. 

Saya adalah warga Kotagede yang siap memandu anda apabila ingin menjelajahi wisata di Kotagede dan berburu kulinernya. Saya bisa dihubungi ke email:  aningyk@g.mail.com


Penulis Aning Rengganis  

Anggota DPC HPI Kota Jogja / Bendahara DPD HPI DIY.

   

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved