<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Instagram Untuk Marketing Communication

Peserta KAPUREL tema Instagram Untuk Marketing Communication dari Para Stake Holder Pariwisata dan Public Relation di Yogyakarta. Photo source: Ria - Kapurel

Instagram Untuk Marketing Communication

Berita HPI Jogja - Pertemuan Keluarga Public Relation(KAPUREL) yang dihadiri delegasi DPC HPI Kota Yogyakarta kali ini diselenggarakan di Hotel Grand Senyum Yogyakarta membahas tentang materi Instagram untuk marketing. Inilah Notulen hasil Laporan mereka.

Nara sumber : Vita Ardiyani, SE. (Sales Marketing Manager Ros In Hotel Yogyakarta)

Di dalam dunia marketing ada budget sendiri untuk promo dengan tujuan branding perusahaan mereka. Promo tersebut membutuhkan budget yang lumayan besar. Dengan berkembangnya dunia internet dan social media sekarang membantu promo perusahaan dengan budget yang lebih murah, salah satunya dengan menggunakan instagram. Dengan setting foto dan konten yang menarik di instagram membuat orang ingin memfollow dan mengikuti terus perkembangan setiap harinya. Indonesia sendiri menduduki urutan keempat pengguna instagram di dunia setelah Amerika, Brazil dan India. Hampir seperempat dari total penduduk Indonesia yaitu sekitar 61 juta orang menggunakan instagram dengan posisi terbanyak penggunanya adalah generasi millenial (18-24 tahun). Sebagai seorang marketing communication / public relation harus jeli melihat peluang tersebut. Untuk itu kita harus menggunakan instagram dengan sebaik-baiknya dan juga memperhatikan hukum ITE yang ada.

Sesi tanya Jawab / sharing :

• Lina 

Tanya : Instagram ada dua macam, personal dan adsvertising (berbayar). Apakah bayarnya pakai kartu kredit?

Jawab : Iya. Bahkan ada bisnis penjual follower dan itu berbayar. Semakin banyak follower semakin ratingnya naik. Orang akan menilai perusahaan ini laris dan bonafit dan membuat orang datang dan follow.

• Pudja ( Novotel Suit Jogja Malioboro )

Sharing : tentang instagram Ads tidak perlu pakai kartu kredit. Bisa transfer bank dan nanti ada virtual accountnya.

Step instagram ads : pilih instagram untuk bisnis (bukan personal)  link ke facebook  isi saldo facebook misal 1 juta  di postingan / history ada titik tiga klik promote untuk menentukan jangkauan (country /city), dalam satu hari yang ingin dicapai berapa dan juga bisa menentukan lama ads berapa. Kita sendiri yang menentukan budget nya, misal dalam satu bulan perharinya 50 ribu. Yang membedakan adalah berapa kali ads itu muncul di setiap user dan itu akan mengurangi saldo kita. Kita bisa kontrol berapa persen yang sudah terpakai dan melihat berapa viewer nya.

• Sius (Borobudur Hotel Jogja)

Tanya : sejauh mana pengaruh tagar/hashtag untuk kegiatan promosi? Dan apa yang boleh dan tidak digunakan (don’t and do) dalam pemakaian tagar?

Jawab : tagar/hashtag gunanya untuk menandai. Misal kita ketik hashtag #grandsenyumhotel kemudian kita klik akan secara otomatis bisa melihat postingan semua orang yang pernah ke Grand Senyum Hotel dan bisa melihat berapa banyak yang sudah kesana.

Do and don’t nya yang wajar saja dan yang berhubungan dengan isi konten apa yang kita apload.

• Yolla ( Grand ASTON Jogja)

Tanya : apa tip dan trik untuk menaikan jumlah follower ?

Jawab : contohnya dengan mengadakan giveaway (bagi-bagi hadiah)

• Isa ( HPI Kota Jogja )

Sharing : lebih baik bayar influencer atau iklan di instagram busines untuk menambah follower daripada beli follower palsu yang ujungnya menurunkan profesionalitas karena jumlah like tidak berbanding lurus dengan jumlah follower.

 

Penulis

Syahrul Romadhona & Muhammad Isa Ukhuwah

Pengurus DPC HPI Kota Jogja.


Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved