<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Temu Pelaku Wisata dan Materi Busana Jawa

Peserta berfoto bersama dari para Pelaku Pariwisata, Himpunan Pramuwisata Indonesia se-Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Dinas Pariwisata Kab. Bantul dan Narasumber.

10 Maret 2020

“PENGGUNAAN PAKAIAN TRADISIONAL YOGYAKARTA BAGI PELAKU WISATA”

DI TEMBI RUMAH BUDAYA

 

Berita HPI Jogja - Acara ini diselenggarakan oleh Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul dan bekerjasama dengan DPC HPI Kabupaten Bantul dengan tema pelaku wisata untuk penggunaan pakaian tradisional susunan acara sebagai berikut:

  • Dimulai oleh MC (Anton, divisi Belanda)
  • Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HPI
  • Laporan kegiatan oleh Ibu Tanti dari Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul
  • Sambutan dan pembukaan acara oleh Kepala Dinas Pariwisata Bantul yaitu Bapak Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos.
  • Pemaparan materi tentang Busana Jawa oleh Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn. (Dra. Kinting Handoko, M.Sn.)
  • Tanya jawab. Moderator oleh Doni (Ketua DPC HPI Kabupaten Bantul)
  • Penutupan dan doa oleh Bapak Rahman (perwakilan dari Jogja T-Shirt)

 

Peserta : DPC HPI Bantul, DPD HPI Daerah Istimewa Yogyakarta , PHRI DIY, Forkom Desa Wisata, serta staf Dinas Pariwisata.

Tema : Penggunaan Pakaian Tradisional Yogyakarta bagi Pelaku Wisata

Latar belakang :

Menindak lanjuti surat edaran dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tentang penggunaan pakaian tradisional Yogyakarta bagi instansi pemerintah dan juga pelaku wisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul setuju dan mendukung penuh instruksi tersebut. Oleh karena itu diadakan acara bertemakan Busana Jawa untuk pelaku wisata yang disampaikan oleh Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn. tentang tata cara memakai Busana Jawa. Selanjutnya penerapannya akan diserahkan sepenuhnya kepada DPC HPI Kabupaten Bantul untuk didiskusikan dan dirapatkan dengan pengurus mengenai apa yang boleh dipakai dan tidak boleh dipakai agar bisa diterima oleh semua pihak dan kapan diberlakukannya pemakaian busana jawa untuk guide khususnya sehingga bisa kompak semua. Sebagai pelaku wisata kita harus bangga akan tradisi bangsa sendiri, mengingat guide Bali sudah mengenakan busana tradisional Bali ketika sedang bekerja, maka guide DIY juga harus bisa memakai busana Jawa sebagai identitas keistimewaan Yogyakarta dan wujud cinta tanah air.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul juga menyampaikan tentang rencana mengembangkan Wukir Sari, Giriloyo sebagai destinasi Internasional. Hal ini untuk mengimbangi wisata Borobudur karena kunjungan wisata ke Jogja bisa berkurang banyak dikarenakan penerbangan akan berpusat di bandara YIA Kulonprogo yang wisatanya akan berfokus di Menoreh. Selain itu evaluasi tahun 2019 menunjukkan adanya penurunan jumlah pengunjung di wisata Dlingo yaitu sekitar 1,4 juta pengunjung di tahun 2019, sedangkan tahun 2018 sekitar 1,7 pengunjung. Mungkin pengunjung mulai jenuh dengan wisata selfie dengan spot foto hutan pinus. Oleh sebab itu Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencoba menghadirkan Imogiri sebagai wisata heritagenya, lalu Piyungan (Sri Mulyo dan Sri Martani), yang menjadi pintu masuk Gunung Kidul dan pertigaan Sleman. Kemudian wisata budaya di Pajangan, Sedayu dan Srandakan. Kepala Bidang Destinasi Kabupaten Bantul akan membuat masterplannya sehingga wisata di Bantul lebih tertata lagi untuk segmen domestik maupun Internasional.

silahkan buka dan download materi disini: materi busana jawa

Narasumber oleh :

Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn ( Kinting Handoko )

Laporan oleh Delegasi DPC HPI Kota Jogja :

1.Dwi Surahmi ( Bendahara 1 )

2.Syahrul Romadhona ( Sekretaris 2 )

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved