<


DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

DPC HPI KOTA YOGYAKARTA

dpchpi.kotajogja@gmail.com | +62274 450 981 | Gedung Umar Kayam Komplex XT SQUARE Jl. Veteran 151 - 152 Umbulharjo Yogyakarta



Tis Lingga anggota HPI Sang Pemerhati Limbah Sampah

Limbah sampah plastik dari rumah tangga yang dikelola oleh Tis Lingga dkk di Bank Sampah Srikandi

Pengelolaan sampah plastik sangat  sederhana

Berita HPI Kota Jogja - Membaca tulisan mbak Aning di media online Web DPC HPI Kota Yogyakarta tentang kuliner Roti Kembang Waru di Kotagede beberapa saat yang lalu, pikiran saya melayang pada kuliner-kuliner lainnya di Yogyakarta, dari membayangkan banyaknya kuliner di Yogyakarta pikiran saya melanglang hingga pada produk sampah yang dihasilkannya.
Saya seorang Pemandu Wisata di Yogjakarta dan pada tahun-tahun terakhir ini, kurang lebih 3 (tiga) tahun belakangan ini concern pada masalah sampah terutama pada limbah plastik khususnya botol-botol plastik bekas minuman kemasan.
Saya tidak tahu persis berapa jumlah botol-botol plastik ini digunakan dan dibuang begitu saja di jalan-jalan atau ditempat-tempat sampah setiap harinya, yang jelas dan pasti ketika saya guiding di waktu-waktu tertentu, dibanyak objek wisata yang kami singgahi,saya selalu melihat botol-botol plastik bekas minuman kemasan tercecer dimana-mana.
Berangkat dari rasa keprihatinan saya akan hal tersebut, juga karena menjelang masa pensiun , maka saya mulai punya banyak waktu untuk mengurusi dan memikirkan apa yang bisa saya lakukan untuk dapat memanfaatkan botol-botol plastik yang banyak tercecer tersebut dengan cara yg murah, sederhana namun berdaya guna, baik untuk lingkungan terlebih lagi berdaya guna secara ekonomi.
Berangkat dari pemikiran itu,dibantu oleh seorang tetangga saya, Bapak Haryono yang kebetulan beliau adalah seorang dosen yang mengajar di salah satu Universitas di Yogjakarta di bidang Kesehatan Lingkungan, saya kemudian di training kilat untuk dapat mengolah sampah  baik itu sampah maupun limbah rumah tangga yg basah (dijadikan kompos),dan limbah sampah kering berupa plastik-plastik.
Dengan bekal training kilat tersebut,saya mencoba mengedukasi Ibu-ibu di Perumahan dimana saya tinggal untuk mengelola sampah berbasis simbiosis mutualisma,ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak Ibu-ibu di perumahan dimana saya tinggal tidak setuju bahkan banyak yang mencibir,dari 150 lebih Ibu-ibu disana, hanya 4(empat) orang saja yang mendukung saya.
Dengan tekad yang bulat, hanya bersama 4 orang pendukung saya tersebut, kami memulai kegiatan kami, merangkum apa yang kami lakukan dengan tema "win win solution". Kami membeli sampah kering limbah rumahtangga disekitar perumahan kami, hingga akhirnya satu tahun kemudian kami bisa beraksi dengan label " Bank Sampah Srikandi".
Sebagai salah satu pengelolanya,saya berusaha mengedukasi masyarakat disekitar tempat saya tinggal untuk menjadikan sampah kering limbah rumah tangga sebagai "teman" yang bisa diberdayakan, kami kumpulkan sampah-sampah kering yang kami terima dan sebagian besarnya kami jual, dari hasil penjualan sampah-sampah kering tersebut kami jadikan sebagai modal usaha,utama nya usaha "simpan pinjam".
Dibantu oleh seorang pengepul dari desa Banyakan bernama Ibu Sri, kini hampir setiap 21 hari sekali, bank sampah kecil kami selalu didatangi oleh pengepul untuk membeli sampah-sampah yang terkumpul utamanya barang-barang yang terbuat dari plastik,mulai dari botol-botol dan gelas-gelas plastik bekas minuman kemasan hingga alat-alat rumah tangga dan mainan anak-anak yang terbuat dari plastik.
Bank sampah Srikandi membuka tangan bagi rekan-rekan yang hendak berpartisipasi dengan menyerahkan sampah-sampah kering kepada kami seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa rekan yang dengan suka rela membawa puluhan botol plastik bekas minuman kemasan kepada kami.
Terima kasih kami haturkan kepada Ibu Willy dan Bapak Zunan keduannya anggota HPI Kota Yogyakarta yang sudah dengan penuh kerelaan mengumpulkan botol-botol plastik tersebut dan menyerahkannya kepada Bank Sampah Srikandi.
Kiprah Bank sampah Srikandi yang kami kelola memang tidak besar, tapi mudah-mudahan dengan diawali tekad untuk membantu meringankan beban bumi dari pencemaran tanah akibat limbah plastik ini dapat menginspirasi banyak kalangan untuk turut serta menjaga lingkungan kita dari limbah yang tidak dapat diurai oleh tanah ini...semoga.

Penulis

Tis Lingga

Anggota DPC HPI Kota Jogja / English Division

Copyright © IDEDEV.ID. 2015 All right reserved